Kesalahpahaman Masyarakat tentang Tuberkulosis dan bagaimana pencegahannya

Posted on Posted in SwipeRx Indonesia

apa-itu-tuberkulosis-swiperx

Apa itu Tuberkulosis?

Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini umumnya menyerang paru-paru, namun tidak menutup kemungkinan bakteri TBC dapat menyerang setiap bagian dari tubuh seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. Tidak semua orang yang terinfeksi bakteri TB akan menjadi sakit. Oleh sebab itu terdapat dua kondisi yang berhubungan dengan TB seperti: infeksi laten TB (LTBI) dan penyakit TB.

Infeksi laten TB disebut juga latent TB infection (LTBI) adalah suatu keadaan seseorang yang terinfeksi kuman TB namun tidak didapatkan bukti klinis maupun mikrobiologis sakit TB. Untuk menegakkan diagnosa TB laten dilakukan pemeriksaan uji kulit tuberkulin (Mantoux test) atau pemeriksaan interferon gamma dalam darah.

Sembilan puluh persen pasien TB dengan sistem imun normal tidak akan pernah berkembang menjadi sakit TB suatu saat nanti dalam kehidupannya. Namun 10% dari mereka akan berkembang menjadi sakit TB suatu saat dalam kehidupannya, dan risiko tersebut akan berkurang bila pasien mendapatkan terapi pencegahan. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit TBC bisa berakibat fatal.

penyebaran-tuberkulosis-swiperx

Bagaimana Penyebarannya?

  • Bakteri TB menyebar melalui udara dari satu orang ke orang lain.
  • Bakteri TB dimasukkan ke udara ketika seseorang dengan penyakit TBC paru-paru atau tenggorokan batuk, berbicara, atau bernyanyi.
  • Orang terdekat dapat bernapas dalam udara yang terdapat bakteri ini dan menjadi terinfeksi.

gejala-tuberkulosis-paru-swiperx

Apa saja gejala TBC paru?

Gejala TBC paru dimulai secara bertahap selama periode mingguan atau bulanan. Pada awalnya Anda mungkin akan mengalami satu atau dua gejala ringan yang bahkan membuat tidak sadar bahwa Anda tengah memiliki penyakit TBC. Gejala khas yang dialami oleh penderita TBC antara lain :

  1. Batuk yang berlangsung lama, rata-rata di atas 3 minggu.
  2. Batuk berdahak kental, keruh dan kadang-kadang berdarah.
  3. Demam ringan terkadang menggigil.
  4. Keringat malam.
  5. Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan.
  6. Sesak napas dan nyeri dada.
  7. Kelelahan dan kelemahan.

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Selain melakukan pemeriksaan fisik dan wawancara medis, dokter juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang apakah anda benar-benar terkena penyakit TBC.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis TB paru antara lain sebagai berikut:

  • Pemeriksaan dahak

Dahak diambil setidaknya tiga kali, saat pertama kali berkunjung (sewaktu), dahak pagi, dan dahak pada saat kunjungan berikutnya. Dahak akan diperiksa dibawah mikroskop untuk melihat ada tidaknya bakteri Mycobacterium tuberculosa.

  • Pemeriksaan rongsen

Foto X-Ray atau rongsen dada dilakukan untuk melihat kondisi paru-paru, disini juga dapat dibedakan apakah TBC sedang aktif atau tidak.

  • Pemeriksaan kulit

Dikenal dengan tes tuberkulin (Mantoux test), dilakukan dengan cara menyuntikkan zat ke dalam kulit lalu dilihat hasilnya oleh dokter setelah 3 hari. Biasanya dilakukan untuk mendiagnosis TBC pada anak-anak.

pemeriksaan-tuberkulosis-swiperx

Kesalahpahaman Masyarakat tentang Tuberkulosis

  • Tuberkulosis mudah ditemukan.

Ketika tertular TB, seseorang tidak akan memperoleh penyakit TBC dalam sekejap. Bagi bakteri, untuk menginfeksi orang lain itu akan membutuhkan paparan panjang dan terus-menerus. Mereka yang berada di tempat-tempat keramaian atau di daerah berventilasi buruk beresiko lebih besar dalam memperoleh TB karena akan ada kontak dekat dengan orang yang kemungkinan terinfeksi.

  • Di rumah, Anda harus mengisolasi orang yang terinfeksi TB dan memisahkan peralatan makan mereka sebanyak mungkin.

Mengenai peralatan mereka makan, Anda hanya dapat mencuci peralatan mereka dengan benar sehingga anggota keluarga non-terinfeksi dapat menggunakan sesudahnya tanpa tertular penyakit. Bahkan setelah sputum pasien positif, dan segera diobati dengan efektif, mereka dapat dengan cepat menjadi non-menular. Dalam kebanyakan kasus, yang akan memakan waktu sekitar 2 minggu pengobatan secara terus menerus. Inilah sebabnya mengapa DOH terus membuat upaya untuk menekankan pentingnya informasi pengambilan obat yang diresepkan.

  • Tidak ada obat untuk TBC.

Ini merupakan persepsi yang salah. Banyak orang mungkin berpikir bahwa jika tidak akan sembuh, mengapa repot-repot berobat. Padahal jika TB tidak diobati, maka komplikasi mungkin timbul dan terburuk dapat terjadi.

  • TB hanya mempengaruhi paru-paru

Sebagian besar orang yang terkena TBC mempengaruhi paru-paru, itulah mengapa kita sebutĀ  sebagai TB ekstra-pulmonari (TBEP). Pada dasarnya, TB bisa berada di luar paru-paru, yang dapat terjadi di mana saja di tubuh. Beberapa daerah umum yang terkena adalah kelenjar dan kelenjar getah bening.

Bagaimana cara mencegah penyakit TBC paru?

Berikut ini tips mencegah TBC di lingkungan sehari-hari :

  • Hindari bercengkrama di kamar tertutup dengan seseorang yang memiliki penyakit TBC.
  • Atur sirkulasi ruangan sehingga udara keluar masuk dengan lancar.
  • Menggunakan masker apabila kontak dekat dekat tidak bisa dihindari.
  • Lakukan pemeriksaan ke dokter segera bila batuk tidak kunjung reda dalam waktu lebih dari 1 minggu.

Siapapun yang mengalami gejala TBC paru seperti telah kami sebutkan di atas, maka harus segera melakukan pemeriksaan agar segera diketahui dan cepat ditangani.

 

Source :

www.cdc.gov
www.cdc.gov
today.mims.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *